Fakultas Pertanian Universitas Jember menggelar Rapat Koordinasi Tim Task Force dalam rangka Simulasi dan Penyamaan Persepsi menjelang Asesmen Lapang Akreditasi Program Studi Ilmu Pertanian (Perkebunan) yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung pada hari Senin, 16 Maret 2026 di Hall Fakultas Pertanian ini dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Tim Gugus Penjamin Mutu, Dosen Tetap Program Studi, Tenaga Kependidikan, Tim Pendamping LPMPP, serta seluruh Tim Task Force Asesmen Lapang Akreditasi. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Surat Undangan Nomor 038/UN25.1.3/PS.Perkebunan/PS.8/2026 tertanggal 13 Maret 2026.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Pertanian yang menyampaikan harapan besar agar Program Studi Ilmu Pertanian (Perkebunan) dapat meraih predikat Akreditasi Unggul. Beliau menegaskan bahwa prodi ini memiliki keunikan tersendiri dan termasuk langka karena tidak banyak universitas yang memiliki program studi serupa. Oleh karena itu, capaian akreditasi yang unggul akan menjadi nilai tambah dan kebanggaan bagi fakultas. Dekan juga mengingatkan pentingnya memperluas jaringan dosen-dosen di prodi ini, terutama dengan aktif terlibat dalam asosiasi-asosiasi profesi. Meskipun banyak dosen muda, hal ini tidak boleh menjadi hambatan justru sebaliknya harus menjadi momentum untuk memulai dan memperkuat jejaring kerja sama. Lebih lanjut, Dekan menekankan bahwa kebersamaan dan inovasi harus berjalan beriringan. Seluruh elemen, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, harus bekerja sama secara solid dan saling berkomunikasi untuk mendapatkan hasil terbaik. Beliau juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan harus selaras dengan visi fakultas, yaitu Menjadi Fakultas Pertanian yang Bereputasi Internasional dalam Bidang Pertanian Industrial Berkelanjutan.
Selanjutnya, pemaparan disampaikan oleh Ibu Laila dari LPMPP yang memberikan sejumlah arahan penting untuk diperhatikan dalam persiapan asesmen lapang. Pertama, terkait prestasi nasional dan internasional, tim perlu memastikan bahwa capaian prestasi baik akademik maupun non akademik terdokumentasi dengan baik dan dapat ditampilkan sebagai bagian dari luaran prodi. Kedua, dalam hal kurikulum, diharapkan penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education dapat mencapai target minimal 80 persen. Seluruh dokumen pembelajaran harus dilengkapi dan diintegrasikan dengan Standar 7 dan 8 yang mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ibu Laila juga menekankan pentingnya mengintegrasikan hasil penelitian dan pengabdian ke dalam Rencana Pembelajaran Semester sebagai referensi dalam kegiatan tatap muka. Selain itu, buku ajar atau karya dosen lainnya juga perlu dimasukkan ke dalam RPS sebagai bagian dari upaya memperkaya materi pembelajaran dan menunjukkan keterkaitan antara tridharma perguruan tinggi.
Kegiatan simulasi dan penyamaan persepsi ini berlangsung dengan lancar dan diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. Berbagai masukan dan arahan yang diberikan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan persiapan akhir menjelang asesmen lapang. Dengan kebersamaan, komunikasi yang intensif, dan kerja keras seluruh tim, Fakultas Pertanian Universitas Jember optimis dapat menghadapi asesmen lapang dengan percaya diri dan meraih hasil akreditasi yang terbaik.