Rapat simulasi Asesmen Lapang untuk Program Studi Ilmu Pertanian (Perkebunan) dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2026. Rapat dibuka dengan pernyataan dari Pak Dekan bahwa akreditasi Perkebunan layak mendapatkan predikat Unggul, meskipun masih terdapat kekurangan di sana-sini yang akan segera dilengkapi termasuk dokumen pendukungnya. Tim LPMPP kemudian memberikan sejumlah masukan. Bu Riska menyampaikan bahwa dari hasil simulasi dan penilaian terakhir, persyaratan unggul sudah terpenuhi, animo mahasiswa baik, serta dosen tetap (DTPS) sudah aktif menguji, mengajar, dan membimbing, sehingga persiapan dinilai cukup matang. Beliau juga berpesan agar alumni, stakeholder, pengguna lulusan, dan mahasiswa tampil percaya diri saat Asesmen Lapang karena dokumen sudah dipersiapkan dengan baik. Selain itu, Bu Riska menyarankan agar tim tidak menyampaikan ketidakcukupan fasilitas di Kampus Bondowoso, karena fasilitas di Kampus Jember sudah lengkap dan dapat diakses mahasiswa, sehingga bisa disampaikan bahwa fasilitas sudah lengkap.
Bu Kokom memberikan masukan agar disiapkan personel yang siaga di lokasi sehingga dapat merespons secara real time jika asesor meminta bukti. Terkait kebijakan pendukung perkuliahan di Kampus Bondowoso, Bu Kokom menanyakan berapa persen alokasi untuk pengembangan Kampus Bondowoso dan bentuknya. Disarankan agar Pak Adit dihadirkan untuk memperkuat pernyataan mengenai pengembangan prodi Ilmu Pertanian, misalnya untuk pengembangan SDM dan kompetensi mahasiswa. Dijelaskan bahwa tahun 2024-2025 pembiayaan penuh oleh UPPS, dan tahun 2026 baru diserahkan ke pengelola Kampus Bondowoso. Perlu koordinasi dengan Pak Adit agar selaras mengenai tanggung jawab masing-masing. Yang perlu diyakinkan adalah sejauh mana peran fakultas tidak melepaskan program studi, sehingga pengelolaan prodi dan lulusan tetap on the track. Mengenai visi, Bu Kokom menanyakan masa berlaku visi. Visi bersifat jangka panjang dan berbeda dengan renstra. Perubahan visi di tahun 2023 terjadi karena adanya perubahan visi misi fakultas dan universitas. Tim diminta menyiapkan data pendukung yang dapat langsung ditampilkan. Untuk menampilkan sarana dan prasarana, disarankan menyiapkan personel mahasiswa yang menggunakan headset dan dibantu skrip untuk melaporkan secara sistematis, termasuk menampilkan video kegiatan mahasiswa di Kampus Bondowoso dan video profil program studi.
Bu Yulia menambahkan bahwa ada dua kondisi existing pengelolaan yang baru diceritakan jika asesor bertanya. Visi misi pengembangan keilmuan perlu dijelaskan. Tanyakan penetapan visi di tahun berapa. Dibuatkan flowchart arah pengembangan yang mengikuti universitas. Visi jangka panjang diterjemahkan ke dalam program lima tahunan (renstra, RPJP), lalu ke renop dan renja. Jika ada pertanyaan tentang evaluasi visi misi, sebaiknya dijawab oleh Pak Dekan dan Pak KPS. Siklus tindak lanjut dan peningkatan (siklus pengendalian dan peningkatan) harus dijelaskan, termasuk hasil survei dan bukti perbaikannya. Terkait SOTK yang berlaku untuk Kampus Bondowoso, disiapkan saja OTK yang ada terkait GPM. Untuk stakeholder, apabila ditanya tentang pengisian survei kepuasan, jangan mengatakan baru diisi kemarin. Tim juga dapat menjelaskan fasilitas akademik dan nonakademik seperti RSGM, UMC, Gedung UKM, sister, dan lain-lain. Mahasiswa perlu dikuatkan untuk saling mendukung, jangan hanya mengandalkan satu orang saja. Mahasiswa juga harus memahami alasan memilih S1 dibanding D4, termasuk aplikasi mata kuliah berbasis OBE di kelas dan adanya remidiasi dalam perkuliahan.
Rapat simulasi juga mencatat beberapa pertanyaan yang diajukan. Pertama, UPPS sudah menyusun SWOT, bagaimana rencana pengembangan ke depan? Pak Dekan menjawab bahwa program studi ini sangat spesifik dan unik, berfokus pada pertanian dan perkebunan, itulah ciri khasnya. Kedua, program pengembangan seperti apa karena SWOT berada di kuadran 1? Jawabannya adalah penelitian dan pengabdian sudah memiliki kelompok riset, pendidikan mengintegrasikan penelitian dan pengabdian ke pengajaran dengan sistem pembelajaran OBE, serta sudah ada roadmap penelitian dan pengabdian. Ketiga, apakah informasi profil program studi sudah mencukupi? Tantangan ke depan adalah peningkatan SDM melalui sertifikasi pekerti, AA, dan peningkatan kapasitas, termasuk mewajibkan dosen di bawah 35 tahun untuk study abroad dalam rangka peningkatan kompetensi. Pak Wadek 2 menambahkan bahwa semua pihak dilibatkan dalam penyusunan RBA sesuai kebutuhan prodi. Ada pemeliharaan dan peningkatan fasilitas di Kampus Bondowoso, seperti perbaikan green house, penataan ruang SDM, serta sarana prasarana kelas dan laboratorium yang sudah cukup dan mulai dilengkapi. Terdapat peta jabatan dan bangkom, serta sertifikasi sudah diberikan anggaran sesuai bidang ilmu.
Selanjutnya, rapat menyusun kisi-kisi pertanyaan Asesmen Lapang untuk berbagai pihak. Untuk penjelasan umum, asesor akan fokus pada dokumen tindak lanjut PPEPP, fungsi GPM dan laporan kinerja beserta tindak lanjutnya, serta bagaimana menanggapi pelanggaran kode etik. Disiapkan skrip penjelasan sarana dan prasarana oleh mahasiswa. Pertanyaan untuk stakeholder mencakup kerja sama yang dilakukan (magang dan penelitian), apakah ada alumni yang bekerja di sana, keterlibatan dalam penyusunan kurikulum, performa mahasiswa saat magang, masukan untuk perbaikan ke depan, serta survei kepuasan kerja sama. Pertanyaan untuk mahasiswa meliputi pengetahuan tentang visi misi prodi, sumber mengetahuinya, kepuasan terhadap fasilitas akademik dan nonakademik, kendala dalam penyelesaian tugas akhir, kendala dengan dosen pembimbing, alasan memilih prodi ini dan pembedanya dengan politeknik, pelatihan yang difasilitasi prodi, model pembelajaran di kelas, feedback penilaian, perbaikan nilai atau hasil pekerjaan, keterlibatan dalam penelitian dan pengabdian, partisipasi dan fasilitas yang didapat, aktivitas di luar kampus, saran perbaikan untuk prodi, serta relevansi skripsi dengan visi misi prodi dan keterlibatan ke riset.
Pertanyaan untuk dosen mencakup mata kuliah berpraktikum (modul, asisten, laporan), posisi asisten dan dosen, cara memastikan CPL tercapai, bahan ajar dari penelitian dosen, kata kunci visi misi prodi, penguatan metode pembelajaran berbasis PBL yang diintegrasikan dengan penelitian dan pengabdian, serta tindak lanjut EDOM. Pertanyaan untuk tenaga kependidikan (tendik) meliputi akses fasilitas, akses pelatihan dan pemilihannya, survei kepuasan administrasi (keuangan, akademik, dan lain-lain), layanan kepada mahasiswa dan dosen, kroscek layanan keuangan, alur proses layanan (misalnya magang), persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa sesuai SOP, kroscek masa kerja dan kesesuaian jabatan, pelayanan kenaikan jabatan dan pangkat untuk kepegawaian, pelatihan yang didapatkan laboran (PLP), serta pengelolaan keuangan. Dengan simulasi ini, tim diharapkan semakin siap menghadapi Asesmen Lapang yang sesungguhnya.