Fakultas Pertanian Universitas Jember Atasi Kendala Kurikulum Ganda melalui Pendampingan Teknis LPMPP
Jember, 6 Februari 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Jember menggelar Rapat Pendampingan Kesesuaian Mata Kuliah OBE (Outcome-Based Education) dengan Teknis Pengisian CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) di SiPalu. Acara yang berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di Ruang Sidang Lantai 2 Dekanat ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Universitas Jember. Rapat dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Tim GPM, Tim UPM, serta seluruh Koordinator Program Studi (Kaprodi) di lingkungan Fakultas Pertanian.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya kendala dalam monitoring dan evaluasi pembelajaran, khususnya terkait duplikasi mata kuliah akibat penggunaan dua kurikulum secara bersamaan. Wakil Dekan II dalam sambutannya menegaskan bahwa pendampingan ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan teknis yang menghambat ketercapaian CPL di beberapa program studi.
Bu Yulia dari LPMPP memaparkan sejumlah solusi strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa akar masalah utama adalah kurangnya pemahaman tentang kurikulum dan komunikasi yang belum optimal antar unit. “Kode mata kuliah harus menggunakan kode baru karena terintegrasi dengan Kementerian. Duplikasi mata kuliah terjadi karena adanya kode ganda, dan solusinya adalah mengubah kode mata kuliah yang baru. Namun jika sudah terlanjur menyebar, maka CPL mata kuliah tersebut tidak dapat terpenuhi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pergantian kurikulum tidak sekadar mengganti nama mata kuliah, tetapi juga harus diiringi perubahan CPL dan indikator pencapaiannya. Oleh karena itu, Kaprodi diminta mencermati menu profil kurikulum untuk membedakan mata kuliah dari kurikulum lama dan baru. “SIAKAD tidak bisa membedakan secara otomatis, sehingga saat mengimpor mata kuliah, KPS harus memilah berdasarkan kode dan kurikulum. Jika data bersih, duplikasi tidak akan terjadi,” tegasnya.
LPMPP juga memberikan arahan teknis terkait pengisian asesmen mata kuliah. Penggunaan template soal sangat dianjurkan agar keterukuran CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) dapat dipastikan. Dokumen asesmen harus mencakup contoh soal, jawaban dengan nilai maksimum, tengah, dan minimum, serta rubrik penilaian yang sesuai. Ke depan, sistem penilaian akan diintegrasikan dengan SIAKAD sehingga dosen tidak hanya menginput nilai akhir, tetapi juga menyesuaikan dengan RPS yang telah ditetapkan.
Selain itu, Kaprodi wajib menentukan passing grade di menu yang tersedia dan dapat menyusun tim validator untuk memvalidasi evaluasi pembelajaran. LPMPP berencana membuat timeline pengisian evaluasi pembelajaran yang lebih sederhana dan tertib agar seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal.
Rapat pendampingan ini menjadi langkah konkret Fakultas Pertanian dalam menyelesaikan kendala teknis kurikulum ganda sekaligus memperkuat implementasi OBE dan penjaminan mutu internal. Dengan sinergi antara pimpinan fakultas, GPM, UPM, dan LPMPP, diharapkan seluruh program studi dapat segera menyesuaikan sistem dan memenuhi target capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.